Bikin Gempar Dunia Cryptocurrency, Apa Penyebab Harga Token LUNA Anjlok Parah?

Dunia cryptocurrency digemparkan oleh anjloknya harga token LUNA baru-baru ini. Tak tanggung-tanggung, nilai LUNA turun drastis hingga 99,9 persen hanya dalam 72 jam. Bulan lalu, LUNA bernilai $118 dan menjadi cryptocurrency terbesar kedelapan. Namun, pada Kamis (12/05/2022) kemarin, nilai LUNA turun menjadi $0,09.

Penurunan nilai hingga ratusan dollar itu membuat perusahaan dibalik LUNA, TerraForm Labs menonaktifkan blockchain-nya untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk menghentikan transaksi setelah harga token anjlok hampir 100% dalam semalam, sehingga membuat jaringan lebih rentan terhadap kemungkinan serangan.

Penyebab Harga LUNA Anjlok

Dalam tweet terpisah, Terra juga mengatakan bahwa validator menghentikan jaringan untuk membuat rencana untuk menyusunnya kembali. Nantinya, akan ada lebih banyak pembaruan yang akan datang. Di tengah situasi seperti ini, Terra berusaha untuk terus memberikan update terbaru bagi komunitas dan investor melalui Twitter resmi mereka.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Minggu Ini, Hindari Beli 5 Koin Ini

Binance Menghentikan Perdagangan untuk Terra

Pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, Binance, baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan perdagangan token Terra (Luna) dan TerraUSD (UST) di platformnya. Token ekosistem Terra tersebut telah dihapus dari pasar margin dan spot pada pukul 12:40 UTC hari ini.

Sebelumnya, pada hari Kamis, Binance memperingatkan pengguna tentang penghapusan pasangan perdagangan LUNA dan Tether (USDT) jika harga LUNA turun di bawah $0,005. Awal pekan ini, Binance juga menghentikan sementara penarikan UST dan LUNA karena kemacetan jaringan yang disebabkan oleh tingginya volume penarikan tertunda.

Apa Penyebab Harga Token LUNA Anjlok Parah?

Turunnya nilai token LUNA secara drastis benar-benar tidak terduga. Tidak ada yang menyangka LUNA nyaris kehilangan seluruh nilainya dan hampir membuatnya tidak berharga. Hal ini menimbulkan tanda tanya tentang apa penyebab harga Token LUNA anjlok parah.

Belum diketahui pasti apa penyebab utama menurunnya nilai LUNA. Ada pendapat yang berbeda-beda tentang penyebab turunnya harga LUNA. Menurut penelusuran kami, nilai token LUNA jatuh karena TerraUSD (UST), stablecoin algoritmik Terra yang seharusnya dihargai 1:1 terhadap dolar AS, kehilangan keseimbangannya.

Akibat itu, TerraForm Labs menyatakan bahwa mereka memulai tiga tindakan darurat untuk menyelamatkan Terra. Ini mencakup proposal untuk membakar sisa UST di community pool, membakar sisa 371 juta UST cross-chain di Ethereum, dan mempertaruhkan 240 juta LUNA untuk bertahan dari serangan tata kelola jaringan.

Seperti yang sudah disebut di atas, UST adalah stablecoin algoritmik. Berbeda dengan stablecoin yang dijaminkan seperti USDC dan USDT, stablecoin algoritmik tidak didukung oleh aset dunia nyata. Sebaliknya, jenis stablecoin ini diatur oleh smart contract yang dijalankan sendiri.

LUNA dirancang untuk membantu menstabilkan UST pada dolarnya dengan mekanisme “mint-and-burn”. Pengguna dapat menukar LUNA senilai $1 dengan UST dan sebaliknya. Setiap kali LUNA ditukar dengan UST, LUNA itu juga dibakar (sebuah sistem dalam dunia cryptocurrency untuk menghancurkan token dan menghapusnya dari peredaran). 

Namun minggu ini, mekanisme ini berada di bawah tekanan besar sampai UST mulai kehilangan pasak (peg) dolarnya dengan cepat. Saat investor berusaha keluar dari UST ke LUNA, token terakhir dicetak secara massal. Arbitrase antara UST dan LUNA ini menghasilkan tekanan jual yang tinggi pada LUNA.

Menurut analisis, tekanan jual pada LUNA dimulai selama akhir pekan karena investor melikuidasi pendapatan mereka di Anchor, protokol Terra untuk mendapatkan hasil di UST, sehingga mendorong suku bunga lebih rendah. Itu karena cara kerja stablecoin algoritmik seperti UST.

1 UST bisa ditukarkan atau dicetak dengan 1 LUNA kapan saja. Ini membantu UST mempertahankan nilainya dan mendorong permintaan untuk kedua token tersebut. Trader dapat terus membeli dan menjual LUNA dan UST untuk mempertahankan pasak (peg) dan keuntungan, sehingga memberi insentif kepada mereka untuk mempertahankan pasak UST.

Pada Rabu lalu, harga UST turun ke level 22 sen, sehingga menyebabkan LUNA tambahan dicetak dan dikeluarkan ke pasar terbuka. Menurut data Messari, pasokan LUNA yang beredar lebih dari tiga kali lipat menjadi 1,4 miliar token pada hari Kamis. Hal ini lah yang menjadi penyebab harga Token LUNA anjlok Parah dan banyak investor yang rugi.

Penyebab Anjloknya Nilai Beberapa Cryptocurrency

Bukan nilai LUNA saja yang menurun, masih ada beberapa aset kripto lainnya yang mengalami kejadian serupa. Belakangan ini, pasar cryptocurrency mengalami hari-hari yang buruk. Pasar masih gelisah setelah aksi jual massal yang dipicu oleh ketidakstabilan stablecoin TerraUSD (UST).

“Volatilitas di pasar berasal dari spekulasi,” menurut Alex Miller, CEO Hiro. Menurut Alex, penyebab menurunnya nilai Bitcoin dan pasar cryptocurrency lainnya terletak pada sifat mata uang digital yang sangat spekulatif.

Seperti yang diketahui, Bitcoin mengalami penurunan harga yang cukup besar. Pada Jumat (13/05/2022) kemarin, Bitcoin diperdagangkan hanya sekitar $29.700, turun hampir 20% selama minggu lalu. Bitcoin mulai turun di akhir minggu lalu dan terus turun sepanjang minggu.

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini menjadi pengingat bagi investor bahwa aset kripto memiliki risiko dan volatilitas ekstra, terutama di saat ketidakpastian ekonomi dan politik. Dalam minggu ini, Bitcoin diperdagangkan antara $26.000 dan $32.000.

“Bitcoin telah menjadi korban dari aksi jual pasar yang lebih luas dari aset berisiko, tetapi krisis terbaru dengan stablecoin memicu jatuhnya level USD 30.000, yang merupakan titik masuk utama bagi banyak investor institusional,” kata Edward Moya, analis pasar senior.

“Keyakinan telah berkurang di cryptoverse tetapi tampaknya kita semakin dekat dengan akhir penjualan pasar.” imbuhnya.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Masih Hancur Setelah 6 Bulan, Apa Yang Harus Dilakukan?

Hal yang Harus Diperhatikan Investor Saat Ingin Berinvestasi dalam Cryptocurrency

Ingin investasi dalam cryptocurrency? Jika iya, pastikan ada memahami resikonya. Memang, berinvestasi dalam aset kripto bisa sangat menguntungkan. Akan tetapi, tanpa pengetahuan mendalam tentang cryptocurrency dan strategi investasi yang tepat, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kerugian.

Dalam hal ini, Anda harus memahami bahwa harga cryptocurrency sangat fluktuatif. Itu artinya, harga cryptocurrency akan terus mengalami kenaikan dan penurunan. Para ahli mengatakan sifat fluktuatif cryptocurrency menjadi salah satu hal yang akan terus dihadapi oleh investor kripto.

Sebagian besar pakar keuangan merekomendasikan untuk berinvestasi kurang dari 5% dari total portofolio Anda di pasar cryptocurrency. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa Anda memprioritaskan aspek keuangan lain yang lebih penting sebelum berinvestasi dalam aset kripto.

Untuk mengantisipasi segala resiko, ada baiknya Anda tidak menginvestasikan seluruh uang Anda dalam satu aset cryptocurrency. Selain itu, pastikan Anda sudah memiliki tabungan untuk keadaan darurat, memiliki dana pensiun, atau melunasi hutang berbunga tinggi terlebih dahulu.

Anda juga bisa mencoba coinjoss sebagai platform investasi atau transaksi cryptocurrency yang mudah, aman dan terpercaya.

Leave a Reply