Monthly Report Kripto Juni 2022, Awal yang Positif dan Berakhir dengan Crypto Winter

Apa saja yang terjadi selama setengah paruh tahun ini ? Juni diwarnai dengan nilai aset kripto yang meningkat pada minggu pertama. Sayangnya, hal tersebut tidak bertahan lama. Bahkan hampir sepanjang bulan Juni diwarnai dengan nilai aset kripto yang terus menurun. 

Masih segar dalam ingatan, bulan Juni kita sambut dengan raport bagus di Pasar Kripto, setidaknya bertahan hanya pada awal minggu pertama. Kemudian berbagai kejadian merubah alur pergerakan tersebut. Mulai dari penurunan sedikit, berbagai kejadian yang mulai mengkhawatirkan. 

sumber: freepik.com

Yuk, kita bahas apa saja hal – hal besar dan kecil di dunia kripto. Kondisi Ekonomi, keadaan politik dunia dan berbagai elemen lainnya turut mempengaruhi kondisi Pasar Kripto. Berikut adalah ringkasan apa saja yang terjadi dalam waktu sebulan di bulan Juni.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Drop, Bagaimana dengan NFT?

1. Bull dan berganti dengan Bear  

Awal Juni disambut dengan pergerakan nilai yang positif. Kalau awal bulan sudah bagus, ada ekspektasi tinggi momentum tersebut dapat dipertahankan sampai bulan – bulan berikutnya. Sayangnya, menuju penghujung akhir bulan, kripto mendapatkan raport merah dan bahkan adanya potensi kondisi terpuruk yang melemahkan aktivitas investasi lainnya. 

Ini adalah bulan buruk dimana investor sempat merasakan investasinya mulai menjanjikan dan akhirnya mundur karena akhir bulan karena terlihat tidak baik. Memasuki minggu ketiga, sudah ada tanda – tanda penurunan drastis yang sukar untuk dibendung. Pasar kripto diprediksikan akan mengalami bearish yang cukup lama dan berkepanjangan bahkan setelah memasuki bulan Juli. 

2. Federal Reserve Menaikkan Suku Bunga

Pergolakan di Pasar Kripto kerap terjadi karena kondisi Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang tidak stabil. Ketika The Fed menaikkan suku bunga dasar jadi 75 poin. Hal tersebut menyebabkan likuiditas dari pasar kripto dan menyebabkan harga Bitcoin dan koin lainnya terkoreksi.

Kenaikan tersebut menyebabkan harga aset kripto jatuh level terendah dan menyebabkan kapitalisasi kripto turun hingga 50%. Likuiditas yang besar – besaran ini sempat membuat banyak investor mengalihkan uangnya ke perbankan, bukan kripto dan bahkan tidak ke saham.

3. Pelaku Pasar Melakukan Aksi Beli 

Pasar selalu mencari momentum untuk bisa naik kembali. Proses pemulihan diperkirakan tidak terjadi dalam waktu dekat, mungkin sekitar enam bulan sampai satu tahun. Selama pertengahan bulan Juni, investor mulai membeli koin – koin karena sedang “diskon”.

Hal ini terjadi, walaupun tidak masif. Suatu hal yang wajar karena realita nilai token bergeser, ada yang turun dan ada yang kebalikannya. Aksi beli pelaku pasar dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan hampir tidak terdeteksi karena tidak banyak yang melakukannya. Hal ini mungkin akan lebih banyak setelah dua atau tiga bulan berjalan. 

4. Bitcoin dan Ethereum Anjlok 

sumber: freepik.com

Ketika Pasar Kripto lesu, setidaknya koin besar seperti Bitcoin dan Ethereum masih bisa diandalkan dan tetap stabil. Walau kripto lainya berjatuhan, investor memiliki kepercayaan tinggi kalau BTC dan ETH akan bisa pulih cepat. 

Hal ini tidak terjadi di bulan Juni. Bitcoin diperdagangkan bahkan di bawah $ 20.000 dan Ethereum mengalami pukulan telak yang membuat banyak investor melepas koin ETHnya. Nilai Ethereum bahkan mengalami kesulitan putih dibandingkan Bitcoin yang sehari – hari mengalami pergerakan naik walaupun sesekali kembali turun lagi. Ketika ada pergerakan yang terlihat positif, keduanya terpukul kembali ke zona merah. 

Baca Juga: Ethereum Merosot Drastis, Ada Apa?

5. Potensi Resesi Ekonomi 

Keadaan perekonomian dunia yang buruk menimbulkan berbagai spekulasi yang condong ke sentimen negatif. Kini isu yang sedang berkembang adalah bagaimana Pasar Saham pun turut terpukul dengan tingginya inflasi, kenaikan suku bunga Amerika Serikat, berbagai perusahaan besar yang gagal membayar hutang mereka dan berbagai nilai saham yang anjlok. 

Kini bahkan investor kripto pun tidak merasa aman untuk menginvestasikan dananya di Pasar Saham, apalagi Pasar kripto yang dinilai tidak akan stabil sampai akhir tahun 2022. Tren yang terlihat adalah sentimen negatif untuk investasi apapun yang memiliki resiko loss. 

Pembicaraan yang terjadi adalah potensi resesi yang didukung dengan berbagai ketidakstabilan di berbagai sektor Industri. Hal ini terjadi sepanjang bulan Juni dan tidak menunjukkan tanda- tanda adanya pemulihan ekstrim yang bisa memutar balikan keadaan dengan cepat. 

Bulan Juni memberikan informasi penting, aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum tidak selalu bisa terhindar dari fluktuasi Pasar Kripto. Kemungkinan nilainya bisa turun dan bahkan tidak bernilai, seperti aset kripto lainnya. Jadi, Apa yang perlu dilakukan setelah Crypto Winter? Anda bisa melakukan wait and see, melakukan strategi beli ketika harga sedang drop dan menunggu Pasar Kripto pulih seperti saat Crypto Winter terjadi pertama kalinya.

Leave a Reply