Mengenal Sistem Kerja Blockchain, Ternyata Aman dan Sesederhana Ini

Mengenal sistem kerja blockchain merupakan hal penting bagi seseorang yang tertarik dalam investasi cryptocurrency. Selain mengetahui macam-macam cryptocurrency yang cocok untuk dimiliki, tentu bagi pemula harus mengetahui sistem kerjanya. Banyak yang beranggapan bahwa istilah blockchain, merupakan suatu hal yang membingungkan dan penuh risiko.

Ternyata, persepsi itu tidaklah tepat. Sistem kerja blockchain sangatlah aman dan sederhana. Simak terus artikel ini sampai tuntas untuk lebih jauh mengenal sistem kerja blockchain.

Baca : Belajar Investasi Cryptocurrency, Ternyata Mudah Kok

Blockchain secara mudah dapat diibaratkan bagai sebuah buku elektronik yang besar. Buku ini dapat dibagikan secara terbuka di antara para penggunanya dan bahkan termasuk orang yang tidak melakukan transaksi. Karena hal tersebut blockchain biasa disebut dengan distributed ledger.

Setiap kali terjadi transaksi, maka satu set catatan pembukuan ditambahkan dan menjadi sebuah blok lain yang saling terangkai seperti rantai. Setiap blok memiliki komponen yang disebut hash. Hash adalah suatu set karakter yang menyusun berbagai informasi pada sebuah blok.

mengenal sistem kerja blokchain
Source: Freepik.com/fullvector

Buku besar elektronik, atau blockchain ini hanya dapat diperbaharui dengan kesepakatan antar peserta yang berada dalam sistem tersebut. Penambahan data baru yang ditulis atau terekam tidak akan pernah bisa dihapus, dengan kata lain bersifat permanen. Hal ini merupakan bentuk pengembangan teknologi write-once dan bersifat hanya bisa ditambahkan append only. Dari mekanisme sistem kerja blockchain tersebut, menjadikannya sebagai sebuah catatan yang mudah diverifikasi, diaudit, serta bersifat sangat transparan.

Lalu ketika muncul pertanyaan, “Jika semua data bersifat transparan dan terbuka, lalu bagaimana dengan data para penggunanya, apakah aman?” Untuk menjawab hal tersebut, perlu untuk memahami 3 aspek utama mengenai sistem kerja blockchain.

3 Aspek Utama mengenai Sistem Kerja Blockchain

1.       Kunci Kriptografi Personal

Kriptografi adalah cabang dari matematika yang memungkinkan dalam pembuatan bukti matematis dengan tingkat keamanan tinggi. Untuk menggambarkan dengan mudah kunci kriptografi personal atau pribadi, dapat dibayangkan tentang dua individu yang ingin melakukan transaksi online. Masing-masing individu memegang dua kunci: satu diantaranya bersifat pribadi dan satu lagi milik publik.

Source: Freepik.com/starline

Dengan menggabungkan kunci publik dan pribadi, kunci kriptografi ini memungkinkan individu untuk menghasilkan identitas digital yang aman. Identitas aman ini adalah komponen utama dari teknologi blockchain. Transaksi dua orang tersebut disertai dengan tanda tangan digital, yang merupakan sebuah bukti sah untuk mensertifikasi dan mengendalikan kepemilikan. Kunci kriptografi digunakan untuk mencegah seseorang membelanjakan dana dari dompet/wallet pengguna lain atau merusak blockchain. Kriptografi juga dapat digunakan sebagai enkripsi wallet, sehingga bersifat rahasia, aman, dan tidak dapat digunakan tanpa kata sandi.

2.       Jaringan Terdistribusi

Tanda tangan digital dari elemen kriptografi tersebut kemudian digabungkan dengan komponen teknologi jaringan terdistribusi. Teknologi blockchain bertindak sebagai jaringan besar individu yang dapat berperan sebagai validator untuk mencapai kesepakatan tentang berbagai hal, termasuk transaksi. Proses ini disertifikasi oleh verifikasi matematis dan digunakan dengan tujuan keamanan jaringan.

Dengan menggabungkan penggunaan kunci kriptografi melalui mekanisme jaringan terdistribusi, memungkinkan blockchain membuat jenis interaksi digital baru. Jaringan dibangun sedemikian rupa sehingga setiap pengguna dapat memantau transaksi dari pengguna lainnya.

kriptografi
Source: Freepik.com/starline

Blockchain pada prinsipnya merupakan database dengan sistem desentralisasi atau terdistribusi. Pada sektor keuangan, sistem ini seperti buku kas digital, dan catatan pentingnya tidak diperlukan bank sebagai pihak ketiga. Jaringan dengan sifat desentralisasi ini menjadi DNA dari sistem blockchain. Hal ini yang mendasari blockchain digunakan sebagai sistem transaksi cryptocurrency atau mata uang digital.

 3.       Proses Konfirmasi

Salah satu aspek terpenting dari teknologi dan sistem kerja blockchain adalah mekanisme konfirmasi dan validasi transaksi. Dalam contoh di atas, mengenai dua orang yang akan melakukan transaksi online, masing-masing menggunakan kunci pribadi dan publik. Blockchain memungkinkan orang pertama (orang A) menggunakan kunci pribadi untuk melampirkan informasi mengenai transaksi ke kunci publik dari orang kedua (orang B).

sisitem kerja blockhain
Source: Freepik.com/stories

Informasi ini bersama-sama membentuk bagian dari blok, yang berisi tanda tangan digital serta stempel waktu dan informasi terkait lainnya tentang transaksi, tetapi bukan identitas individu yang terlibat dalam transaksi tersebut. Blok itu kemudian ditransmisikan melalui jaringan blockchain ke semua node, atau bagian komponen lain dari jaringan, yang kemudian akan bertindak sebagai validator dari sebuah transaksi. Sehingga data pribadi tetap aman dan terjaga, karena dituliskan dengan kode spesifik tertentu yang terjaga kerahasiaannya.

Sangat aman dan sederhana bukan cara memahami mekanisme kerja blockchain sebagai sistem transaksi cryptocurrency?

Baca : Cara mudah jual beli Cryptocurrency, Newbie pun Bisa

Berbicara mengenai investasi dan transaksi cryptocurrency, Coinjoss merupakan platform jual beli cryptocurrency terbaik. Coinjoss menjadi tempat transaksi cryptocurrency yang aman dan nyaman karena semua aset digital berada dalam kuasa penuh pengguna. Coinjoss menggunakan layanan Bitgo dalam mengamankan aset digital untuk menghilangkan risiko dan meningkatkan transparansi dengan memberikan solusi berupa likuiditas yang paling aman serta paling tepat.

1 Comment
Leave a Reply