Hybrid Exchange, Sistem Canggih Untuk Jual Beli Cryptocurrency

Kegiatan jual beli cryptocurrency tidak terlepas dari sistem yang menyertainya. Investor perlu mengenal cara yang digunakan dalam kegiatan transaksi guna mengetahui sistem mana yang paling aman sekaligus menguntungkan. Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas, pilihan sistem yang aman, nyaman, dan menguntungkan dalam kegiatan jual beli cryptocurrency.

Kegiatan transaksi jual beli memainkan peran penting dalam aktivitas ekonomi cryptocurrency. Beberapa dari kegiatan jual beli cryptocurrency menyajikan likuiditas pasar, serta kemampuan membeli aset digital dengan relatif mudah dan biaya rendah.

Idealnya, beberapa sistem yang ada juga memberikan kenyamanan, alat pendukung yang membantu kemudahan dalam kegiatan jual beli, dan manfaat-manfaat lainnya bagi trader maupun investor.

Secara umum dikenal tiga sistem jual beli cryptocurrency yaitu : Centralized Exchange – CEX (Pertukaran Terpusat), Decentralized Exchange – DEX (Pertukaran Terdesentralisasi), dan Hybrid Exchange – HEX (Pertukaran Hibrida).

Pertukaran tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Sebagian besar pelaku jual beli cryptocurrency cukup terbiasa dengan sistem Centralized Exchange – CEX (Pertukaran Terpusat) dan Decentralized Exchange – DEX (Pertukaran Terdesentralisasi).

Dua metode ini merupakan mayoritas sistem yang digunakan dalam keseluruhan perdagangan jual beli cryptocurrency secara global di semua bursa transaksi.

Lalu bagaimana dengan Hybrid Exchange – HEX (Pertukaran Hibrida) yang digambarkan sebagai sistem canggih sesuai judul di atas? Mari simak hingga akhir ulasan ketiga sistem jual beli cryptocurrency tersebut dalam artikel ini.

sistem jual beli cryptocurrency
Source: injectiveprotocol.com

Centralized Exchange – CEX (Pertukaran Terpusat)

Centralized Exchange – CEX (Pertukaran Terpusat) adalah salah satu sistem jual beli cryptocurrency yang memungkinkan penjual dan pembeli untuk berdagang mata uang digital dengan bantuan otoritas perantara.

Sistem ini berperan sebagai penjaga aset digital pengguna/user. Sistem ini memberikan jaminan likuiditas tinggi yang dipengaruhi banyaknya jumlah pedagang, aktivitas pedagang, dan ketersediaan konversi fiat.

Sistem jual beli ini juga dikenal dengan sistem ‘tradisional’, karena menurut data pada Januari 2019 dari TokenInsight, lebih dari 400 bursa menggunakan sistem pertukaran terpusat dan menjadikan metode ini sebagai mayoritas transaksi pertukaran dan menguasai lebih dari 99% dari semua volume perdagangan.

Karena sistem ini selalu terhubung ke jaringan online, hal tersebut berpotensi menarik minat tindakan pencurian dari peretas maupun merebaknya kasus penipuan dari agen yang tidak bertanggung jawab.

Kurangnya transparansi mengenai dana dan volume telah menyebabkan masalah luas, hal ini ditunjukkan dengan dijumpainya banyak laporan palsu yang didapatkan oleh investor dari penyedia layanan CEX.

Kegiatan tersebut berpotensi sebagai tindakan pencucian uang akibat dari buruknya transparansi sistem CEX.

Decentralized Exchange – DEX (Pertukaran Terdesentralisasi)

Decentralized Exchange – DEX (Pertukaran Terdesentralisasi) merupakan sistem transaksi yang tidak memiliki otoritas pusat sehingga penjual dan pembeli dapat langsung menghubungi satu dengan lainnya untuk melakukan jual beli cryptocurrency.

Transaksi terjadi dompet-ke-dompet atau peer-to-peer.

DEX bekerja pada blockchain yang secara otomatis menghubungkan penjual dan pembeli menggunakan kodifikasi pertukaran, sehingga detail transaksi tertera secara transparan di bursa cryptocurrency.

Baca : Cara Kerja Penggunaan E-Wallet Untuk Aset Digital


Sistem terdesentralisasi ini sempat menjadi trend di tahun 2018 dalam aktivitas jual beli cryptocurrency, namun sayangnya volume perdagangan dan jumlah pengguna aktif terus menerus mengalami penurunan.

Hanya sedikit pertukaran desentralisasi saat ini yang mendominasi pasar berdasarkan pada infrastruktur blockchain EOS atau Ethereum.

Seiring dengan hal tersebut, hal ini berdampak terhadap likuiditas yang secara signifikan lebih rendah daripada pertukaran terpusat karena kurangnya pengguna aktif.

Beberapa hal yang mempengaruhi menurunnya pengguna aktif pada sistem DEX ini antara lain : biaya yang mahal dan lambatnya proses transaksi, tidak populer yang menyebabkan likuiditas rendah, ada kemungkinan akuntabilitas tidak cocok dan nyaman digunakan, adanya potensi tidak akan selamat dari tekanan peraturan karena pertukaran desentralisasi bertujuan untuk penggunaan anonim, serta rentan terhadap ‘front-running‘ (melakukan transaksi terlebih dahulu atas dasar adanya informasi bahwa seseorang akan melakukan transaksi dalam volume besar).

Hybrid Exchange – HEX (Pertukaran Hibrida)

Hybrid Exchange – HEX (Pertukaran Hibrida) adalah salah satu sistem jual beli cryptocurrency yang mengizinkan pengguna untuk berdagang dengan dan tanpa otoritas perantara.

Pembeli atau investor dapat memutuskan kapan pertukaran harus dilakukan dengan CEX dan kapan harus dengan DEX.

Skrip situs web maupun penyedia jasa pertukaran cryptocurrency hybrid memiliki opsi untuk menyesuaikan hal ini, sehingga investor dapat membuat keputusan untuk melakukan pertukaran terdesentralisasi dan terpusat pada saat yang sama.

Perkembangan pertukaran HEX semakin populer, sehingga sistem hybrid dikenal sebagai pasar perdagangan cryptocurrency generasi berikutnya. Sistem ini menggabungkan keunggulan dari pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. HEX berupaya memberikan likuiditas dan fungsionalitas pertukaran cryptocurrency terpusat dengan keamanan dan privasi pertukaran yang terdesentralisasi. 

Banyak startup, usaha kecil dan perusahaan besar percaya bahwa pertukaran hybrid adalah masa depan nyata dari jual beli cryptocurrency. Singkatnya, pertukaran hibrida menggabungkan yang terbaik dari solusi terpusat dan desentralisasi.

Baca : Belajar Investasi Cryptocurrency, Ternyata Mudah Kok

Terkait dengan jual beli, Coinjoss menggunakan HEX sebagai sistem transaksi cryptocurrency. Coinjoss adalah platform berbasis Hybrid Exchange, yang menyediakan dan memberikan keamanan kepada pengguna melalui penyimpanan aset mereka sendiri serta meminimalkan risiko untuk memaksimalkan peluang dalam ekosistem besar cryptocurrency. Pastinya setelah membaca artikel ini, semakin memantapkan pilihan untuk berinvestasi bersama Coinjoss dalam bertransaksi cryptocurrency.


Leave a Reply