Harga Bitcoin Drop Beberapa Hari Ini dan Analisanya

Bitcoin berusaha menemukan kembali pijakannya, setelah terjun bebas pada posisi terendah beberapa hari ini. Aset kripto unggulan ini akhirnya pulih ke nilai $57.200 sejak gagal beberapa kali untuk kembali pada posisinya.

Aktivitas menurun tersebut patut disingkapi untuk mengetahui sebab dan apakah hal yang sama bisa terjadi lagi. Ada beberapa hal yang memicu Harga Bitcoin yang jadi drop tersebut, diantaranya termasuk.

1. Kecenderungan Menjual

Penurunan awal BTC ditandari dengan para investor yang dengan serentak mengambil sikap menjual setelah menilai posisi BTC sudah cukup tinggi. Hal ini diikuti oleh investor lainnya yang sebagian besar didorong  sentimen pasar menjual dari rasio beli-jual taker.

Ini adalah rasio dimana volume beli dibagi volume jual taker dalam bursa derivatif. Investor kecil atau individu berlaku sebagai price taker. Jadi, sejumlah investor kecil melakukan aktivitas secara bersamaan dan mempengaruhi nilai BTC secara signifikan. Bahkan bisa dilihat kalau langkah jual tidak dilakukan oleh investor skala besar.

Baca Juga: Gabung Coinjoss Sekarang Bisa Dapat Hadiah

2. Kasus Mt Gox

Noelle Acheson, kepala marketing Genesis Global Trading, mengaitkan penurunan BTC yang terjadi baru-baru ini berkaitan dengan kasus Mt Gox yang masih berlangsung. Beliau mengungkapkan kekhawatiran finalisasi klaim penyelesaian pertukaran aset kripto yang tidak berfungsi di Mt. Gox.

Kasus gugatan antara Ira Kleiman dan Craig Wright ini disinyalir turut memberikan tekanan pada pasar untuk melakukan aksi jual Ketakutan kalau perebutan atas hak wallet 1,1 juta BTC Satoshi Nakamoto mengiring sentimen pasar kalau sekali lagi hukum tidak condong pada aset kripto. Walaupun faktanya kasus ini masih jauh dari kata selesai yang bisa berlangsung panjang sampai 2022 atau bahkan 2023.

Ada ketakutan kalau penggugat Kleiman yang menang bisa menghasilkan putusan pelepasan sebagian besar koin BTC yang akan berpengaruh dengan Harga bitcoin yang drop turun. Jadi, bisa saja sebelum nilainya benar-benar turun, para pemegang BTC sudah melepasnya terlebih dahulu untuk menghindari penjualan saat nilai Bitcoin rendah.

Harga Bitcoin Drop
Sumber: freepik.com

3. Tekanan Harus menjual

Penjelasan yang lebih logis untuk nilai BTC yang mendadak menurun dengan stabil ini adalah karena adanya tekanan jual yang menjadi alasan untuk koreksi pasar. Ketika nilai BTC sedang naik-naiknya, suatu hal wajar untuk membeli dan memegangnya pada waktu singkat lalu menjualnya untuk melakukan pengurangan leverage yang sehat.

Setelah terus-menerus menurun selama sebulan, tentu kegelisahan para pemegang investor jadi kian memuncak karena hal ini tidak biasanya terjadi. BTC yang turun beberapa hari akan kembali meningkat dengan adanya beberapa aksi beli, tapi kini kenyataannya berbeda, ada lebih banyak investor yang memilih untuk melepaskan BTCnya dengan kekhawatiran nilainya akan kian jatuh sampai poin merugi.

4. Berbagai Pemberitaan Negatif

Bitcoin paling banyak digunakan dan diperjual belikan diseluruh dunia. Tapi kalau ada regulasi atau negara yang mengambil langkah ekstrim sampai memboikit keberadaan BTC sebagai alat perdagangan dan lain sebagainya, fakta ini jadi rambu-rambu waspada bagi para investor untuk menjual BTC yang dimilikinya.

  • Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) yang menolak dana di bursa (ETF) bitcoin spot, yang kemungkinan  akan jadi lebih sibuk dengan mengalirnya dana mata uang ke pasar crypto.
  • China mengambil sikap keras terhadap penambangan Bitcoin. China memang selalu tidak konsisten dalam menghadapi aset kripto. Tapi kini aksinya memberikan pukulan keras pada pasar.
  • Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengeluarkan pernyataan mengenai regulasi “harga listrik hukuman” untuk beberapa tambang aset kripto dari tindak ringan sampai berat.
Harga Bitcoin Drop
Sumber: freepik.com

5. Nilai Dolar Yang Menguat Terhadap Cryptocurrency

Dolar dan mata uang lainnya bisa ditukarkan dengan aset kripto. Beberapa hari dibulan November terlihat penguatan mata uang fiat yang juga menguat terhadap nilai tukar crypto. Yang terjadi adalah ketika suku bunga naik dan bisa menurunkan inflasi.

Ketika nilai aset kripto sedang melemah dibandingkan dengan mata uang yang berlaku, tentu fakta ini sangat cepat membuat investor melakukan aksi jual. Walau investor besar masih bersikeras menahan Bitcoin mereka dan mencegah penurunan yang lebih curam, nilai Dolar yang menguat tidak sama sekali membantu tapi malah memperburuk.

Harga Bitcoin Drop 2

Apakah Yang Perlu Terjadi Agar Bitcoin Kembali?

Nilai Bitcoin yang jauh dari cryptocurrency lainnya menjadi jaminan tersendiri kalau BTC memiliki masa depan yang tetap optimis. Jadi, nilai terendah BTC yang sekarang juga bukan berarti nilai tertinggi dari aset kripto lainnya. Inilah yang membuat banyak investor masih berharap Bitcoin akan kembali pulih.

Walaupun demikian, ada beberapa analisa yang mencoba meyakinkan kalau Bitcoin sudah diperjual belikan dalam berbagai macam cara dan sudah kehilangan momentumnya. Ketika nilai BTC meroket tajam, ada juga resiko akan terjun bebas.

Baca Juga : Cara Gabung dan Transaksi di Coinjoss

Bagi investor yang memiliki keyakinan Bitcoin akan kembali menguat, bisa mengambil sikap wait-and-see. Menurut Cointelegraph November 19, 2021, kalau Harga Bitcoin sampai drop melewati angka $ 50.000 ini bisa diindikasikan posisi berbagaya bahkan bagi Bitcoin sekalipun. Ada kemungkinan terjadi  penurunan jangka Panjang yang tidak mudah diselamatkan. 

Leave a Reply