Harga Aset Kripto Masih Hancur Setelah 6 Bulan, Apa Yang Harus Dilakukan?

Setelah nilai aset kripto naik – turun dan bertahan sepanjang tahun 2021 ke 2022. Pada pertengahan April 2022 akhirnya Bitcoin dan koin lainnya harus anjlok untuk kesekian kalinya. Setelah memperhatikan pergerakan yang lebih sering turun daripada bertahan, tidak bisa dipungkiri perlu dilakukan evaluasi mengenai kinerja aset kripto di tahun 2022 ini. Apakah langkah terbaik selanjutnya?

Analisa Aset Kripto Setelah 6 Bulan Cenderung Turun

Harga Aset Kripto Masih Hancur Setelah 6 Bulan

Berbagai prediksi menunggu celah dimana aset kripto akan bangkit dan cenderung memiliki nilai yang terus naik. Tapi setelah setengah tahun menunggu hal tersebut terjadi, kita dihadapi dengan kemungkinan lain. Aset kripto bisa jadi akan crash dan kesulitan untuk bangkit. Strategi tersebut bisa membantu investor dan peminat aset kripto untuk mengambil langkah tepat disaat nilai cryptocurrency  melemah. Berikut adalah berbagai reaksi dari aset kripto saat crash dan bagaimana penanganannya yang terbaik.

1. Ketika Kurang Likuiditas

Saat Pasar kurang memiliki likuiditas, maka ada kemungkinan aset kripto sudah terpuruk. Hal ini dikarenakan penjual kesulitan menemukan pembeli sehingga bermanifestasi menjadi anjlok. Untuk menyelamatkan dana yang dimiliki, kadang penjual menurunkan nilai aset digital yang malah menyebabkan reaksi berantai.

Secara umum, memiliki aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum dan koin besar lainnya tidak terpengaruh karena menguasai kapitalisasi pasar cryptocurrency terbesar dengan nilai total koin mereka. Mereka tetap memiliki peminat, apapun kondisi pasar aset kripto.

Aset kripto yang kurang populer akan kesulitan untuk diperjual-beli. Kalaupun menemukan investor yang berminat, harganya akan sangat rendah dan termasuk rugi. Jadi, saat tidak pasti seperti ini, memiliki aset kripto besar adalah langkah aman untuk memastikan selalu ada peminat.

2. Jangan Telat Adopsi Aset kripto

Kalau Investor menjual saat aset kripto tinggi dan menahan saat rendah, itu adalah langkah yang paling logis. Tapi melakukan pembelian sebelum ada perubahan adalah langkah yang paling aman. Hindari membuat reaksi tiba – tiba saat harga berubah.

Pengadopsi awal bisa mendorong harga crypto jadi lebih tinggi. Hal ini mendongkrak ekspektasi adanya peningkatan adopsi cryptocurrency sebagai aset dan diikuti oleh investor lainnya. Kalau langkah pertama berhasil memicu investor lain untuk membeli, maka aset kripto bisa meningkat dengan pasti.

3. Adanya Larangan Adopsi Kripto

Ada saja negara – negara yang masih kontra dengan aktivitas aset kripto di negaranya. Ambil contoh China yang menyatakan semua transaksi kripto di negaranya sebagai ilegal. Hal tersebut memicu aksi jual dan berkontribusi pada menurunya mata uang kripto. Sebagai negara besar, aksi tersebut sangat berpengaruh pada nilai global.

Apa yang perlu dilakukan? Nilai Bitcoin dan Ethereum pun ikut amblas. Investor hanya bisa menunggu kalau memegang koin kuat, kalau koin rendah akan semakin anjlok nilainya. Tapi bahkan invasi Rusia ke Ukraina menunjukkan kalau ada langkah untuk memakai aset kripto. Ukraina membuka donasi dalam bentuk kripto dan Rusia sudah terlebih dahulu memaksimalkan aset kripto karena mata uang Rubel melemah karena diembargo oleh negara – negara lainnya.

4. Perubahan Kebijakan Moneter AS

Investor di luar US harus mulai membiasakan diri memantau pergeseran kebijakan Federal Reserve US karena pengaruh langsungnya pada set kripto. The Fed berusaha untuk menjaga inflasi rendah dengan menaikan suku bunga. Hal ini menekan harga saham dan aset berisiko tinggi.

Kalau Federal Reserve terus – menerus melakukan aksinya, maka kehancuran pasar kripto tidak bisa dielakkan. Kondisi agak sulit diakali karena Pasar Saham tidak berhubungan langsung dengan Pasat Kripto. Walau ada hubungannya, tapi pengadopsian pada pasar kripto tidak bisa dipastikan akan berpengaruh.

5. Efek Aset Kripto Besar

Nilai aset naik dan turun kerap mengikuti posisi Bitcoin dan aset kripto raksasa lainnya. Kalau satu turun maka yang lain akan mengikuti. Walau ada saja koin yang terkorelasi dan bergerak ke arah berbeda. Cardano dan dogecoin kerap terpantau menguat saat ast kripto besar menurun.

Investor perlu memantau pergerakan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum karena hubungannya pada aset kripto lainnya. Kadang bisa terlihat ada jeda beberapa detik atau menit sebelum perubahan tersebut terjadi. Keputusan Anda pada celah tersebutlah yang bisa menyelamatkan koin – koin Anda.

Lindungi Aset kripto Anda Sebelum Pasar Ambruk

Harga Aset Kripto Masih Hancur Setelah 6 Bulan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan aset Anda sebelum pasar kripto crash. Kalau melihat ada potensi negatif di Pasar, hal terbaik adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dan tidak panik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah.

1. Diversifikasi

Miliki beberapa aset kripto sehingga Anda tidak bergantung pada satu portfolio. Anda bisa memiliki saham, obligasi, kripto dan lain sebagainya untuk meminimalisir resiko semua aset Anda berkurang nilainya dalam waktu bersamaan.

2. Investasi pada Aset Kripto Mapan

Daya tahan aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum cenderung lebih tangguh dan lebih cepat pulih ketika crash terjadi. Jadi, kalau Anda memiliki dananya, coba untuk investasikan pada beberapa cryptocurrency yang kuat.

3. Cari Info Terbaru

Perang, perubahan ketentuan The Fed adalah beberapa hal yang mengindikasikan Pasar Aset kripto akan hancur. Anda perlu memiliki data terbaru dan paling terupdate untuk bisa membuat keputusan yang tepat, khususnya saat yang tidak diinginkan terjadi.

4. Tabungan Cair

Kalau Anda sudah merasa Pasat Kripto tidak nyaman, siapkan dana terpisah yang bisa menyelamatkan Anda. Uang tunai cair dalam jumlah tertentu bisa membuat Anda nyaman dalam berinvestasi. Saat keadaan darurat, Anda bisa memakainya dengan penuh pertimbangan.

5. Biaya Rendah, Perdagangan Sederhana

Anda bisa berusaha untuk mencari pertukaran dengan biaya paling rendah. Hal ini bisa memberikan Anda lebih banyak keuntungan. Oleh karena itu, jangan terburu – buru saat mengambil keputusan jual. Lakukan dengan cermat dan fokus sehingga hasilnya menguntungkan.

Dengan biaya yang lebih rendah, Anda dapat melakukan perdagangan sambil menyimpan lebih banyak uang untuk diri sendiri. Biaya yang lebih tinggi memakan keuntungan nyata Anda, dan ini dapat menyebabkan perdagangan yang kurang efektif.

Tindakan Saat Pasar Crash

Harga Aset Kripto Masih Hancur Setelah 6 Bulan

Tidak perlu panik, ini adalah situasi yang sudah diprediksi. Perhatikan semua antisipasi Anda coba terapkan salah satu atau semua opsi yang kira – kira bisa mengeluarkan siapapun dari kerugian.

1. Pelajari Volatilitas Pasar

Cryptocurrency dapat sukar diprediksi, khususnya saat fluktuatif. Melihat perubahan pasar dan langkah yang diambil investor lain bisa jadi titik awal untuk membuat keputusan aset kripto Anda sendiri. Perlu diingat kalau tidak ada jaminan kalau Anda tidak mengalami kerugian.

2. Strategi beli dan tahan

Saat nilai pasar turun, ada saja koin menjanjikan secara jangka panjang yang menarik investor untuk membeli. Kemudian mereka akan menahan dan menunggu hasilnya yang berubah. Tindakan ini disebut strategi HODL sebagai akronim yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti “bertahan untuk kehidupan yang baik.”

3. Tetap Diversifikasi

Anda sudah melakukan diversifikasi sebelum pasar crash. Tidak ada gunanya untuk melakukan perubahan besar – besaran karena keragaman investasi justru bisa menyelamatkan perkiraan investasi yang buruk.

4. Fokus jangka panjang

Investasi, apapun bentuknya adalah memutarkan uang menganggur untuk memberikan profit. Jadi, pertimbangkan untuk melakukan investasi jangka panjang dan memegang aset kripto yang tepat untuk mempersiapkan diri Anda.

Itulah persiapan yang bisa Anda lakukan sebelum dan sesudah Crash Pasar kripto. Pastikan Anda tahu, bagaimana harus bereaksi pada masa yang tidak jelas tersebut. Dengan pemantauan hampir 6 bulan yang terlihat tidak baik, sebaiknya membuat persiapan yang pas sebelum terlambat.

Leave a Reply