Ethereum Merosot Drastis, Ada Apa?

Berita mengejutkan 13 Juni 2022 lalu, Bitcoin membawa berbagai aset besar lainnya jatuh. Ethereum mengalami penurunan yang paling drastis. Hal ini mengejutkan para investor. Karena, aset kripto dengan token ETH ini dinilai memiliki resistensi tinggi walau pasar kripto sedang ambruk. Lalu, apakah penyebabnya? Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?

Alasan dibalik Jatuhnya Nilai Ethereum di Paruh Bulan Juni

Ethereum Merosot Drastis
Sumber: freepik.com

Pukul 09.02 WIB, 13 Juni 2022, Ethereum drop 17,22% dengan nilai $1.109,92. Ini adalah penurunan paling rendah yang pernah diterimanya. Walau dimasa lalu ETH pernah anjlok drastis sebelumnya. Kejadian saat ini mengundang berbagai spekulasi. Sehingga dinilai perlu mengetahui alasan dibalik nilai ETH yang terjun bebas sebagai referensi langkah selanjutnya. 

1. Pergeseran Nilai Aset

Analis Morgan Stanley Sheena Shah melihat kejatuhan Ethereum mengacu pada peristiwa yang hampir sama pada 2018 yang lalu. Nilai Ethereum bergeser dari posisinya sebagai aset kripto kedua terbesar setelah Bitcoin. 

Ethereum (ETH) melemah lebih cepat dari aset raksasa lainnya, bahkan Bitcoin. Ketika ETH atau BTC jatuh, hal mendasar yang bisa diperkirakan adalah antusias pasar yang berkurang karena aset yang biasanya lebih handal seperti BTC atau ETH kini lebih fluktuatif. 

Hal ini terjadi tahun 2018 silam ketika nilai kripto bergantung pada nilai yang ditunjukkan pada kripto terbesar. Perbedaannya adalah investor lebih cepat mengambil langkah jual dari tahun 2018. Jadi, nilai aset besar menukik dengan tajam. 

Ethereum Merosot Drastis
Sumber: freepik.com

2. Penjualan Besar- Besaran 

Token Ethereum, Ether (ETH) turun sampai $950 di pertukaran Uniswap. Harganya lebih rendah 20 persen dari nilai sebelumnya. Indikasi terbesar yang tercatat adalah penjualan kepemilikian ETH di Oasis.app hampir sebesar 73 juta dollar. 

Platform pinjaman Defi ini mengindikasikan kalau tindakan jual tersebut untuk menutupi utang senilai yang berakibat harga likuidasi ETH drop dari $1.200 menjadi $875. Setelah aksi jual pertama, kembali ETH dijual sejumlah hampir 28.000 ETH lima jam setelah penjualan besar pertama. 

Total hutang peminjam Oasis sekitar $120 juta yang menunjukkan kerugian besar yang harus ditanggungnya. Penjualan besar dalam kurun waktu sehari menjadi sebab nilai Ethereum langsung amblas ke titik terendahnya. 

Baca Juga: Review Pasar Aset Kripto Semester 1 dan Analisa di Semester 2

3. Prospek Bearish 

Melihat pola tersebut, adanya prediksi kelanjutan yang sudah bisa dipastikan tren akan menurun, membuat Ethereum kin enggan untuk bangkit. Kondisi yang disebut sebagai “segitiga menurun”, menandakan kalau harga menurun setelah harga tembus ke arah trend sebelumnya. 

Karena Ethereum jatuh sebelum formasi segitiga terbentuk, jalurnya kelanjutannya cenderung condong ke sisi bawah. Adanya spekulasi ini tidak membuat Ethereum jadi lebih baik. Penurunan selanjutnya bahkan diperkirakan bisa sampai 50% jadi $667.

4. Penundaan Penggabungan Ethereum

platform kontrak pintar ini berencana untuk bermigrasi dari konsensus proof-of-work (PoW) ke konsensus proof-of-stake (PoS). Langkah tersebut diharapkan bisa membuat Blockchain lebih efisien dan hemat energi.

Ethereum saat ini didukung penambang atau validator dengan komputer jarak jauh untuk mengatasi berbagai masalah matematika rumit untuk memverifikasi transaksi seperti Blockchain. Penggabungan akan membuat validator bisa mengkonfirmasi transaksi tanpa kekhawatiran menolak bukti kepemilikan.

Pengembang telah memutuskan untuk menunda penggabungan tersebut. Ini adalah penundaan kelima yang dilakukan dengan berbagai alasan. Info terbaru adalah penggabungan akan dilakukan pada Agustus 2022 seperti yang diinfokan pendiri Ethereum Vitalik Buterin dan pengembang inti Preston Van Loon. 

5. Ethereum Kehilangan Modal

Dana keluar besar-besaran ETH berbeda alurnya dengan koin lainnya. Bitcoin sempat melemah tapi mendapatkan dana investasi senilai $369 juta. Blockchain layer satu saingan Ethereum, seperti Solana dan Cardano, saat terpuruk dapat dana segar sebesar 104 juta dan 9 juta dollar.

Ethereum tidak beruntung dalam memperoleh dana yang bisa membantunya saat jatuh. Ditambah dengan ledakan pasar DeFi yang menyebabkan Ethereum menampung sebagian besar aplikasi keuangan pada sektor tersebut. 

6. Teknikal Lemah

Ethereum berfluktuasi cenderung negatif sejak Mei 2022. Token ini gagal mendapatkan dukungan garis trend horizontal dan lebih menunjukkan garis menurun. Polanya membentuk downtrend yang berdasarkan pandangan aturan analisis teknis cukup mengkhawatirkan.

Pola yang terbentuk menunjukkan teknik yang lemah dengan penyelesaian setelah harga menunjukkan kepastian tembus di bawah garis trend rata – ratanya. Fakta ini tidak menguntungkan untuk Ethereum, khususnya untuk bulan – bulan berikutnya. 

7. Ekonomi Dunia Yang Lesu

Cryptocurrency No. 2 dunia ini turun dua digit selama beberapa hari terakhir ini. Penurunannya bisa disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah ekonomi makro dunia yang menunjukkan saham teknologi mengalami kemerosotan. 

Beberapa perubahan seperti rencana  CPI, penggabungan testnet Ropsten dan lain sebagainya,  tampaknya tidak berpengaruh apa pun. Hal ini menambah kecenderungan negatif dari nilai Ethereum. 

Baca Juga: Kripto May 2022, Prediksi Yang Meleset

Ada beragam faktor yang mendukung kemerosotan Ethereum selama tujuh hari berturut – turut sejak memasuki minggu pertama bulan Juni. Berbagai alasan seperti aksi jual besar – besaran yang dilanjutkan dengan sentimentil negatif kian mendorong Ethereum makin jauh jatuh. Indikasi yang paling kuat adalah nilai Ethereum sepanjang bulan Juni masih turun tanpa ada tanda – tanda bullish. 

Leave a Reply