Bukan Hanya LUNA, Beberapa Aset Kripto Ini Juga Pernah Merosot Tajam

Beberapa waktu belakangan ini, dunia cryptocurrency digegerkan dengan turunnya nilai token LUNA secara drastis. Tak tanggung-tanggung, nilai LUNA turun hingga lebih dari 90%. Kemerosotan tajam itu membuat para investor yang berinvestasi dalam LUNA mengalami kerugian besar.

Token LUNA mulai diperdagangkan di beberapa platform cryptocurrency sejak Mei 2019 dengan harga sekitar $3. Menurut data CoinGecko, LUNA menyentuh level tertinggi sepanjang masa sekitar $116 pada bulan April. Ini terjadi pada saat sebagian besar cryptocurrency berkapitalisasi besar lainnya jatuh.

Aset Kripto yang Juga Pernah Merosot Tajam

Namun, berdasarkan data terbaru coindesk pada (15/05/2022), LUNA kini hanya dihargai $0,01, dengan perubahan 2385,74 % selama 24 jam terakhir pada 18:57. Tindakan harga baru-baru ini pada LUNA meninggalkan kapitalisasi pasar token di $42,966,586,977,28 USD. Tahun ini, LUNA mengalami perubahan sebesar -99,99 %.

Menurut Intelijen Bloomberg, penurunan tajam nilai token LUNA tampak seperti hari terburuk untuk produk keuangan yang pernah ada. Hal ini membuat exchange cryptocurrency menghapus koin, sehingga menghentikan perdagangannya untuk sementara karena tidak ada likuiditas di pasar.

Baca Juga: Apa Penyebab Harga Token LUNA Anjlok Parah?

Beberapa Aset Kripto yang Juga Pernah Merosot Tajam

Bukan hanya LUNA, ada beberapa aset kripto lainnya yang juga pernah merosot tajam. Ini menjadi bukti bahwa tidak ada cryptocurrency yang benar-benar aman dan selalu menguntungkan. Semua aset kripto pasti bisa saja mengalami kenaikan maupun penurunan tajam.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa aset kripto yang nilainya juga pernah anjlok. Sama seperti LUNA, beberapa aset kripto berikut ini juga pernah mengalami penurunan nilai mencapai lebih dari 50%.

1. Stellar (XLM)

Aset Kripto yang Juga Pernah Merosot Tajam stellar

Pada Mei 2021, nilai Stellar (XLM) sempat jatuh selama seminggu terakhir dan kehilangan 62% dari harga tertinggi. Ini karena liputan negatif di seluruh pasar crypto, didorong oleh larangan crypto di China dan tweet dari Elon Musk. Stellar Lumens mengalami penurunan kapitalisasi pasar dari lebih dari $18 miliar menjadi di bawah $8 miliar dalam waktu 72 jam.

2. Bitcoin (BTC)

 bitcoin

Cryptocurrency pertama dan termahal di dunia, nilai Bitcoin (BTC) sempat anjlok parah pada tahun 2018 lalu. Pada November 2018, total kapitalisasi pasar Bitcoin turun di bawah $100 miliar dan harga Bitcoin turun di bawah $4.000. Mengalami penurunan 80%, Bitcoin mencapai titik terendah sekitar $3.100 pada Desember 2018.

3. Shiba Inu (SHIB)

Aset Kripto yang Juga Pernah Merosot Tajam shiba

Data menunjukkan minat ritel berkurang karena Shiba Inu (SHIB) turun 60% dalam 4 minggu. Harga SHIB turun hampir 60% setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada 28 Oktober 2021 lalu. Dengan demikian, kapitalisasi pasar SHIB merosot menjadi $21,30 miliar dari sekitar $28,31 miliar hanya dalam lima hari.

4. SushiSwap (SUSHI)

 sushiswap

Peluncuran SushiSwap (SUSHI) sempat menyebabkan kegemparan di ruang Ethereum dan decentralized finance (DeFi). Namun sejak diluncurkan, SUSHI mengalami penurunan yang kuat. Dari harga tertinggi sepanjang masa sekitar $11,50, SUSHI turun 95 persen menjadi $0,60 pada November 2020 lalu. 

5. Dogecoin (DOGE)

 dogecoin

Dogecoin dikenal sebagai koin meme terpopuler di dunia. Sama seperti cryptocurrency lainnya, nilai Dogecoin juga naik dan turun. Pada 8 Mei 2021 lalu, Dogecoin turun 81% dari level tertinggi sepanjang masa di $0,68. DOGE tidak memiliki batas pasokan, sehingga menjadikannya token inflasi, yang berkontribusi pada penurunan nilainya.

Aset kripto yang disebutkan diatas hanyalah beberapa contoh cryptocurrency yang pernah mengalami kemerosotan. Selain yang disebutkan diatas, mungkin masih banyak aset kripto lainnya yang nilainya juga pernah anjlok. Dalam hal ini, Anda harus memahami bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan cryptocurrency naik dan turun.

Hal yang Perlu Diwaspadai Sebelum Investasi dalam Cryptocurrency

Investasi cryptocurrency sangat beresiko, sehingga Anda tidak boleh sembarangan. Hal ini karena pasar cryptocurrency sangat fluktuatif, sehingga rentan terhadap perubahan besar dalam jangka waktu yang singkat. Sulit memprediksi kapan nilai cryptocurrency akan naik atau turun dan pendorong perubahan nilai yang besar mungkin tidak selalu jelas.

Cryptocurrency dikenal memiliki volatilitas yang lebih tinggi daripada jenis aset lainnya. Misalnya saja pada saat pandemi COVID-19, tren peningkatan volatilitas cenderung lebih terlihat di ruang cryptocurrency. Spekulasi terhadap masa depan cryptocurrency membuat harganya melonjak, baik naik maupun turun.

Spekulasi memicu pasar cryptocurrency, dimana beberapa investor dengan cepat membeli dan menjual kepemilikan mereka segera setelah ada tanda penurunan harga. Bahkan satu tweet populer atau berita negatif tentang cryptocurrency dapat menyebabkan harganya turun dengan cepat.

Sebelum berinvestasi di cryptocurrency, Anda harus memiliki pijakan keuangan yang kuat agar dapat menahan risiko, ketidakpastian, dan potensi kerugian yang menyertai investasi dalam cryptocurrency. Pastikan, Anda sudah memiliki tabungan atau dana darurat serta tidak memiliki utang berbunga tinggi.

“Dunia cryptocurrency bergerak cepat, tetapi penting juga untuk diingat bahwa cryptocurrency adalah investasi berisiko tinggi yang bisa sangat fluktuatif. Pertama, nilai tabungan Anda saat ini dan kemudian putuskan jenis risiko apa yang ingin Anda ambil dari sana,” kata Tony Molina, CPA dan spesialis produk senior di platform investasi.

Lakukan Diversifikasi Portofolio Cryptocurrency

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar ungkapan “jangan taruh semua telur Anda dalam satu keranjang”. Logikanya sederhana, jika semua telur Anda berada dalam satu keranjang, apa yang terjadi jika Anda tidak sengaja menjatuhkan keranjang tersebut? Ya, semuanya bisa pecah.

Sebaliknya, jika Anda memiliki kumpulan keranjang dan beberapa telur di masing-masing keranjang, kemudian Anda menjatuhkan satu keranjang, Anda hanya kehilangan beberapa telur. Tapi Anda masih punya banyak keranjang yang tersisa. Diversifikasi sama seperti filosofi tersebut.

Diversifikasi portofolio cryptocurrency mengacu pada pembelian beberapa aset kripto. Secara teori, berinvestasi dalam banyak aset dapat membantu meminimalkan risiko jika satu koin tiba-tiba anjlok. Jika satu cryptocurrency nilainya anjlok, aset kripto lain yang Anda miliki mungkin masih berjalan dengan baik.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Minggu Ini, Hindari Beli 5 Koin Ini

Karena volatilitas pasar yang sedang berlangsung, meminimalkan risiko kerugian tidak selalu bagus. Hal ini karena harga cryptocurrency cenderung bergerak ke arah yang sama, pada waktu yang sama. Karena Bitcoin memegang mayoritas pangsa pasar, Bitcoin sering menentukan apa yang terjadi pada cryptocurrency lainnya. Jika naik, sisa pasar biasanya mengikuti. Jika jatuh, harga aset kripto lainnya kemungkinan juga akan mengalami penurunan nilai.

Leave a Reply