Analisa Harga Aset Kripto di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Perang tidak pernah mendatangkan hal bagus. Itulah yang terjadi pada  Rusia ke Ukraina yang berpengaruh pada keuangan global, sektor industri dan juga pasar kripto. Ketika roda perekonomian mulai bergerak dengan turunnya vaksin Covid. Kabar konflik antara Rusia dan Ukraina sudah dipastikan adalah volatilitas akan berpengaruh pada harga kripsto. Tentunya setiap perkembangan baru akan berpengaruh pada para investor yang memiliki koin.

Analisa Harga Aset Kripto

Analisa Harga Aset Kripto Selama Konflik Rusia – Ukraina

Saat investor mulai semangat untuk menjalankan strateginya di awal Maret, yang disinyalir sebagai waktu  pas untuk aset kripto pulih setelah terpuruk setidaknya 3 – 4 bulan. Konflik antara Russia dan Ukraina terjadi pada waktu yang paling buruk. Prediksi utama yang ada dibenak hampir semua pemerhati kripto adalah harga kirpt akan jatuh lagi. Berikut adalah analisa  perubahan angka aset kripto sebelum dan selama invasi berlangsung.

1. Nilai Aset Kripto Sebelum Invasi

Bitcoin, Ethereum dan aset kripto lainnya sedang menunjukkan angka positif diakhir bulan Februari. Setelah akhir tahun 2021 mengalami kemerosotan tajam dan diprediksikan pada akhir Februari sebagai awal untuk aset kripto pulih. Sebelum invasi, aset kripto sedang dalam proses menanjak yang relatif stabil.

Rusia termasuk negara yang melihat aset kripto sebagai aset positif. Hal ini didukung dengan Rusia sebagai tempat besar dan populer dalam mining Bitcoin. Sementara Ukrania baru saja melegalitaskan aset kripto beberapa hari sebelum invasi. Jadi, kedua negara tersebut cukup terbuka untuk berkembangnya aset kripto di negaranya masing – masing.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Mulai Naik, Waktunya Trading Lagi?

2. Aset Kripto Anjlok Beberapa Saat Setelah Invasi

 Kurang dari 24 jam, pasar Kripto mengalami penurunan drastis setelah Rusia menginvasi Ukrania. Bitcoin turun tajam sampai di bawah $35.000 dan Ethereum turun sampai di bawah $2.400 segera setelah invasi. Keduanya sedang menunjukkan progres meningkat sebelum terjadi insiden geopolitik yang merubah kondisi pasar aset kripto dalam waktu sehari.

Bitcoin terus terpuruk dari posisi tertingginya di November 2021 yang sampai $68.990. sedangkan nilai Ethereum adalah terendah sejak bulan Januari 2022 lalu.  Aset kripto lainnya juga mengalami hal yang sama dan bahkan kehilangan minat investor sama sekali.

Ketika volatilitas tinggi, minat investor pada aset kripto kecil jadi menyusut dan membuatnya nilainya menjadi lebih tidak populer. Hal berbeda pada aset kripto raksasa seperti Bitcoin dan Ethereum, walau sempat terjun dari angkanya, aset – aset kripto besar tidak lama dalam zona merah dan terkoreksi dengan cepat.

3. Aset Kripto Besar Cepat Pulih

Para ahli mengatakan invasi Rusia ke Ukraina membuat aset kripto jadi lebih bernilai dari pada Pasar Saham. Yang diperlukan adalah reli berkelanjutan untuk membawa Bitcoin melewati $ 45.000. Hal ini bisa terjadi kalao pengembalian selera investor karena kejadian di Ukraina.

Mengapa demikian? kondisi pasar sempat ambruk tapi penurunannya tidak terlalu segnifikan dan bisa kembali stabil. Pertama adalah aksi crowdfunding dari berbagai negara untuk Ukraina yang baru saja memiliki aturan yang mendukung penggunaan aset kripto. Jadi, ada cara untuk menunjukkan kepedulian pada Ukraina, sekaligus melakukan transaksi kripto yang juga akan meningkatkan nilainya.

Hal lain yang menyebabkan aset kripto besar bisa pulih dengan cepat adalah ketika volatilitas crypto tinggi,  investor melakukan investasi berjangka panjangnya. Hal ini berarti membeli atau menjual Bitcoin, Ethereum, dll yang membuat harga set kripto justru meningkat dan bukan menurun ditengah invasi Rusia – Ukraina. 

Baca Juga: Monthly Report Kripto Februari, Market Mulai membaik Tapi Belum Bullish

4. Aset Kripto Membantu Rusia dan Ukrania

Dengan besarnya donasi, Ukraina mulai membuka walletnya dan memberikan reaksi permisif untuk aset kripto di negaranya. Ukraina yang baru melegalkan cryptocurrency lalu, langsung merasakan dampaknya sebagai peluang pengembangan bisnis dan aman ke pasar global untuk aset virtual.

Selain itu, pemerintah Ukrania bahkan melayangkan Twitter bahwa mereka menerima bantuan dalam bentuk Ethereum, Bitcoin dan Thetar. Mereka membagikan info mengenai dompet kripto mereka dan terang – terangan dalam melakukannya.

Rubel Rusia melemah karena menerima sanksi dari berbagai negara atas aksinya terhadap Ukraina. Mata uang Rusia mungkin jadi melemah, tapi Bitcoin dan aset kripto lainnya juga memicu spekulasi kalau telah dipakai untuk membantu Moskow melewati blokade ekonomi Barat yang diterimanya.

Semua hal diatas menjadikan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya yang diperdagangkan saat konflik, lebih dari semua rubel yang beredar di seluruh dunia. Sedangkan mata uang Rusia ini menduduki peringat 17 yang cukup tinggi.

Aset kripto tetap merupakan aset  fluktuatif. Serangan yang dihadapi Ukraina, perlu dihadapi dengan tenang dan tidak membuat reaksi spontan. Investor disarankan untuk tetap berpegang pada aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum untuk jangka panjang. Kemungkinan harga kripto saat masih adany akonflik rusia -ukraina ini masih belum stabil dan bisa berubah begitu cepat, baik nak maupun turun. Melakukan transaksi dengan aset kripto kecil hanya akan berupa aksi buang – buang koin yang tidak akan memberikan pengaruh keuntungan berarti.

Leave a Reply